Ulasan Novel A Heart in a Body in the World Buatan Deb Caletti

Ulasan Novel A Heart in a Body in the World – Pernahkah kalian merasa bersalah ketika menunjukan hal sopan , baik dan manis kepada seseorang ? Seolah olah kejadian buruk di masa lalu yang diakibatkan oleh kalian membuat kalian sulit untuk berkata tidak kepada seseorang.

Ulasan Novel A Heart in a Body in the World

Hal inilah yang terjadi pada Anabelle yang membuatnya terus berlari dan berlari. Ia berlari dari Seattle ke Washington yang kira kira berjarak sekitar 4300 km. Melintasi jalur gunung dan pinggiran kota, dari jalan panjang yang sepi hingga kota-kota terpelajar. Semua hal ini ia lakukan hanya untuk menghilangkan bayangan si Perenggut yang selalu muncul dalam dirinya.

Namun sejauh apapun ia berlari , secapek apapun otot otot kakinya bergerak, bayangan si perenggut masih terus menghantui dirinya. Melalui hari baik dan buruk, Annabelle terus berlari. Ke garis finis. Menunggu saat ia bisa merasakan hal lain selain rasa bersalah.

Dalam kehidupan , seseorang bisa mengambil suatu keputusan yang besar dan melakukan hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya setelah mengalami yang meninggalkan trauma mendalam. Menghapus trauma di masa lalu memang sangat sulit , namun ada banyak cara yang bisa menyembuhkan trauma itu walaupun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Annabelle Agnelli, setelah mengalami sebuah tragedi yang sangat mengguncang hidupnya di Seattle memutuskan untuk berlari melintasi Amerika Serikat. Ia ingin menghapus sosok yang ia juluki si Perenggut dalam ingatannya. Lantas apakah yang dilakukan oleh si Perenggut hingga membuat Anabelle hancur berkeping keping?

“Annabelle takut mendengar musik, juga membaca buku. Musik dan buku mampu membangunkan emosi. Keduanya membuat perasaan bangkit, bergermuruh, hancur, dan terkadang itu berbahaya. Namun, musik juga dapat membuat kau bangkit, bergermuruh, dan menghancurkan ketika diperlukan.” (hlm. 185).

Sepanjang perjalanan Anabelle ditemani oleh Grandpa Ed. Walaupun terkadang menyebalkan , namun Grandpa Ed memberikan banyak warna dalam kehidupan Anabelle.

Hingga akhirnya pelariannya ini mendapat sorotan dan dipublish oleh banyak orang di slot online terlengkap media sosial. Bahkan sampai terjadi penggalangan dana.

Ketika sosok misterius si Perenggut terungkap dan tragedi yang dialami oleh Annabelle terkuak , ada sebuah kesedihan yang akan dialami oleh para pembacanya. Jika seseorang berada di posisi Anabelle kala itu , tentu tidak akan mudah untuk bisa membiarkannya begitu saja.

Memaafkan orang lain yang telah jelas-jelas merusak hidup kita jelas tidak mudah. Kita tidak memiliki kekuatan untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki keadaan. Namun kita selalu menemukan banyak cara untuk berdamai dengan diri sendiri. Walau tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama , namun setidaknya cara ini bisa memberikan energi dan semangat baru bagi kita untuk menjalani kehidupan kedepannya.

Penulis: Deb Caletti

Penerjemah: Jimmy Simanungkalit

Penyunting: Lulu Fitri Rahman

Penyelaras Aksara: Mery Riansyah

Perancang Sampul: Anastasia Bisenty

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama